LinkedIn merupakan media sosial yang sering dirujuk oleh para profesional dari seluruh dunia. Sejak didirikan tahun 2003, dalam 10 tahun LinkedIn berhasil menjaring lebih dari 225 juta profesional. Bahkan, sampai akhir tahun 2014 LinkedIn telah digunakan lebih dari 300.000.000 pengguna, membuatnya menjadi jejaring profesional terbesar di dunia. Selain itu, LinkedIn juga telah membuktikan diri sebagai alat pembangun jejaring sosial yang sangat efektif bagi para pencari kerja dan pemburu talenta, yang berjumlah hingga puluhan juta diantara 300 juta total pengguna. Namun bagi banyak peneliti, LinkedIn masih dianggap seperti media sosial biasa semacam Facebook atau Twitter. Banyak yang mempertanyakan apa arti LinkedIn dalam riset dan publikasi ilmiah, dua hal yang menjadi inti aktivitas peneliti. Namun pandangan seperti itu sebenarnya muncul dari pemahaman yang belum mendalam mengenai kegunaan LinkedIn bagi aktivitas riset dan publikasi ilmiah. Jadi, bagaimana sebenarnya LinkedIn beserta fitur dan lebih dari 300 juta penggunanya dipergunakan secara maksimal untuk menyebarluaskan hasil riset dan publikasi Anda?

Profil LinkedIn sebagai medium promosi

Pergunakan alat promosi terbaik yang disediakan LinkedIn: profil profesional Anda. Optimalkan setiap bagian dari profil LinkedIn sebagai medium penyebaran, pemberitahuan, dan sirkulasi hasil riset & publikasi Anda. Berikut adalah 7 teknik optimasi sederhana untuk mewujudkan hal tersebut.

LinkedIn 1: Cantumkan seluruh data dan informasi Anda pribadi

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melengkapi data & informasi tentang diri Anda sebagai catatan (record) profesional Anda. Hal-hal yang paling penting adalah pengalaman kerja, pendidikan, dan organisasi profesional yang pernah Anda ikuti. Pencapaian yang sudah berlalu mungkin terlihat sepele, kuno, atau mungkin sudah kurang relevan. Namun, para pengguna LinkedIn yang mengunjungi profil profesional Anda sangat mungkin tidak mengetahui sejarah karir Anda. Faktanya, kelupaan untuk mencantumkan sebuah selang waktu dalam karir Anda akan menimbulkan tanda tanya dari pengunjung profil LinkedIn, dan juga indikasi dari perkembangan karir yang tersendat-sendat. Sebuah prestasi kecil di masa lalu mungkin tidak mencerminkan aktivitas Anda di masa sekarang, namun itu akan memperkaya profil LinkedIn dan memperkuat keyakinan (trust) dari pengunjung.

LinkedIn 2: Tekankan relevansi antara informasi dan image Anda

Dalam profil LinkedIn, Anda bisa mengatur posisi bagian-bagian yang tersedia untuk menekankan relevansi antara informasi yang Anda cantumkan dan image yang ingin Anda bangun. Sebagai peneliti, posisikan bagian Pengalaman (Experiences), Edukasi (Educations), Publikasi (Publications), dan Penghargaan (Honors & Awards) di bagian paling atas profil LinkedIn Anda. Dengan cara seperti itu, pengunjung/peneliti lain akan membacanya ketika mereka pertama membuka profil LinkedIn Anda. Jika mereka mempunyai keterkaitan dengan Anda, maka peneliti/pengunjung tersebut akan membaca profil Anda sampai selesai.

LinkedIn 3: Cantumkan publikasi beserta semua informasi pendukung

Selalu perbaharui daftar publikasi Anda. Perubahan dalam daftar tersebut secara otomatis akan dimasukkan ke dalam update/news feed di halaman depan LinkedIn. Semakin sering Anda publikasi dan memperbaharui daftarnya di profil LinkedIn, semakin sering update Anda muncul di halaman depan LinkedIn, artinya Anda sebagai peneliti dan publikasi Anda sebagai bukti kemampuan akan semakin banyak diketahui pengguna/peneliti lain. Saat menambahkan setiap publikasi, tuliskan judul publikasi secara tepat, masukkan nama tim penulis sesuai urutan dalam sitasi ofisial di jurnal terkait, dan cantumkan tautan ke halaman asli publikasi tersebut di situs penerbit. Jika memungkinkan, cantumkan jumlah sitasi yang telah didapatkan suatu artikel, atau mungkin skor Altimetric, atau malah liputan positif yang pernah diterbitkan majalah/koran/buku/situs berita ilmiah terhadap artikel terkait.

LinkedIn 4: Kemas penghargaan dan prestasi yang pernah dicapai

Pernahkah Anda memenangkan suatu kompetisi riset? menjadi penulis terbaik di konferensi? atau pernahkan Anda menerima penghargaan atas jasa Anda di bidang penelitian/pengabdian? pernah diliput sebagai peneliti berprestasi di majalah/koran/situs berita ilmiah? Cantumkan semuanya itu di bagian Honors & Awards. Maka image Anda sebagai peneliti & ahli akan menguat seiring relevansi penghargaan yang pernah Anda dapatkan dengan edukasi & publikasi yang Anda cantumkan. Kemas dengan informasi tambahan yang informatif, termasuk media visual terkait semisal ilustrasi/foto, presentasi, tautan, dokumen, dll. Media visual akan menambah bobot profil LinkedIn Anda. Di samping itu, sistem LinkedIn memberikan peluang lebih pada update yang mempunyai media visual untuk tampil lebih lama di halaman depan (news feed).

LinkedIn 5: Maksimalkan media visual dalam profil LinkedIn Anda

Seperti yang sudah disinggung, media visual memberikan bobot lebih pada profil LinkedIn Anda, baik di mata pengunjung maupun di depan LinkedIn sebagai media sosial. Sejak LinkedIn meluncurkan tata letak baru dalam profil LinkedIn pengguna, terdapat banyak sekali peningkatan fungsi, termasuk mendorong penggunaan media visual di sebanyak mungkin bagian dalam profil seseorang. LinkedIn menyebut media visual tersebut sebagai Featured Content, dan sumbernya harus bisa diakses publik agar dapat tampil secara sempurna. Untuk semakin menarik perhatian pengguna/peneliti lain terhadap profil Anda, gunakan variasi media visual seperti gambar, video, presentasi, foto, dll. Semakin sering Anda memperbaharui media visual terkait dengan daftar pengalaman riset & publikasi, semakin sering profil Anda tercantum di news feed LinkedIn, sehingga memperluas penyebaran hasil riset & publikasi Anda.

LinkedIn 6: Atur setiap penjelasan secara ringkas, padat, dan jelas

Setiap mencantumkan sesuatu dalam profil LinkedIn, akan ada penjelasan yang menyertainya. Gunakan bahasa yang padat namun tetap jelas, sehingga meningkatkan ketersampaian masing-masing informasi. Pakai sebanyak-banyaknya gaya bahasa yang cocok untuk resume, dan hindari kata-kata yang tidak penting/berlebihan. Melalui cara seperti itu, pembaca akan lebih terdorong untuk meluangkan waktu membaca keseluruhan catatan riset dan hasil publikasi yang Anda cantumkan.

LinkedIn 7: Buka profil Anda ke publik

Tidak ada gunanya Anda mencantumkan segala macam hasil riset, publikasi, atau penghargaan, jika informasi tersebut tidak bisa diakses publik dari luar LinkedIn. Perlu diketahui bahwa search engine semacam Google atau Yahoo hanya mengakses bagian luar dari profil Anda. Dengan kata lain, semakin luas akses mesin pencari terhadap profil Anda, semakin bagus SEO (Search Engine Optimization) dari profil tersebut. Sehingga, pencarian dengan menggunakan kata kunci (key word) yang terdapat dalam halaman publik profil Anda akan memunculkan profil LinkedIn Anda dalam hasil pencarian. Semakin relevan isi profil LinkedIn Anda terhadap image yang Anda bangun, akan semakin sering profil Anda muncul dalam hasil pencarian. Akhirnya, pengguna/peneliti lain akan semakin mudah menemukan profil Anda beserta segala informasi tentang riset & publikasi Anda.

(RE/Marta)

Shares

Share This

Share this post with your friends!