Pinterest telah menjadi salah satu sosial media yang paling populer belakangan ini. Pengguna fanatik Pinterest khususnya adalah orang-orang yang menyukai gambar/video untuk di-pin ke dalam akun mereka. Pinterest saat ini telah digunakan lebih dari 80 juta pengguna di seluruh dunia dan tidak kurang dari 2.5 miliar kunjungan tiap bulannya. Selain itu, Pinterest telah terkenal sebagai “Ratu” penyumbang arus rujukan (referral traffic) situs web terbanyak, selangkah di belakang Facebook sebagai “Raja”-nya, dan sudah mengalahkan YouTube, LinkedIn, dan bahkan Twitter. Ditambah lagi, survey menunjukkan bahwa 21% pengguna Pinterest telah membeli/mengunjungi sesuatu yang mereka temukan dalam pins yang bertebaran di Pinterest, dan nilai sebuah pin di Pinterest berkisar tidak kurang dari Rp 9700. Namun para peneliti umumnya masih memperlakukan Pinterest sebagai salah satu media sosial biasa, dan hanya berguna bagi anak-anak muda yang suka berekspresi. Faktanya, karena sifat Pinterest sebagai sosial media berbasis gambar dan memiliki arus kunjungan yang luar biasa besar, Pinterest sangat memungkinkan untuk menjadi salah satu media promosi publikasi bagi para peneliti. Tapi hal itu bisa dilakukan jika peneliti menggunakannya dengan tepat dan kreatif. Nah, berikut merupakan tips-tips bermanfaat untuk mempromosikan publikasi seorang peneliti melalui Pinterest.

Menjadi Kurator Publikasi di Pinterest

Hal paling penting yang berpeluang menjadi medium promosi para peneliti adalah pin itu sendiri. Khususnya, tautan (link) yang bisa diintegrasikan ke dalam sebuah gambar yang di-pin. Berikut adalah 7 langkah kreatif dalam menjadi kurator dan mempromosikan publikasi lewat Pinterest. Namun perlu diingat, penggunaan sosial media adalah hal sekunder dalam aktivitas Anda sebagai peneliti, sehingga kreativitas penggunaan Pinterest menjadi keharusan untuk menghindari buang-buang waktu.

Pinterest 1: Buat pinboard Anda sebagai penulis (author)

Pertama, dedikasikan pinboard Anda sebagai medium promosi publikasi. Pisahkan dengan pinboard pribadi Anda untuk menghindari tercampurnya urusan promosi publikasi dan pribadi. Jika Anda sudah mempunyai pinboard pribadi, buat pinboard baru menggunakan akun email institusi/resmi Anda. Lalu, cantumkan cerita Anda sebagai penulis ilmiah, termasuk dari institusi mana Anda berasal, bagaimana Anda bisa menjadi seorang penulis ilmiah, dan mengapa Anda menulis karya-karya ilmiah. Berikan cuplikan cerita Anda untuk menarik minat pembaca ke dalam dunia publikasi Anda, dan biarkan mereka tahu lebih dalam tentang Anda dan karya-karya Anda.

Pinterest 2: Buat satu board khusus untuk masing-masing publikasi ilmiah Anda

Pinboard Anda harus tetap dibagi untuk mempermudah pembaca memisahkan beberapa hal tentang publikasi yang Anda promosikan. Pinboard pertama bisa mencantumkan detail publikasi beserta beberapa gambar/figure yang Anda pakai dalam publikasi terkait. Cantumkan tautan (link) ke halaman asli publikasi tersebut di situs web penerbit (publisher/journal/conference) untuk mempermudah pembaca mengunjunginya. Lalu, pinboard kedua bisa mencantumkan tautan ke artikel/liputan yang membahas artikel Anda. Artikel-artikel tersebut bisa berasal dari situs berita, asosiasi keilmuan, maupun organisasi masyarakat yang akan/sudah memanfaatkan hasil riset dalam publikasi tersebut. Hal ini sangat berguna untuk memberikan keyakinan lebih terhadap kualitas publikasi Anda. Selain itu, pinboard ketiga bisa digunakan untuk mencantumkan hal-hal tambahan yang masih terkait dengan publikasi Anda tersebut. Misalnya pengetahuan dasar, potensi manfaat, atau tips-tips pemanfaatan hasil riset yang ada dalam publikasi terkait.

Pinterest 3: Unggah gambar/video ketika Anda presentasi/menjadi pembicara

Ketika Anda melakukan presentasi atau menjadi pembicara dalam konferensi/seminar ilmiah, jangan lupa untuk mengambil foto atau video dan mengunggahnya ke pinboard Anda. Pastikan ada orang lain yang masuk ke dalam foto/video Anda tersebut untuk mendapatkan kesan hidup. Jika Anda mengetahui pinboard orang-orang lain yang terliput dalam foto/video tersebut, tautkan (@) ke akun mereka.

Pinterest 4: Aktifkan percakapan Anda dengan pembaca

Buat setiap pin Anda menjadi media diskusi/obrolan yang hidup. Jangan lupa untuk menanggapi setiap komentar yang masuk dari pembaca Anda. Tanyakan juga jika ternyata ada pembaca yang menghadapi masalah yang bisa diselesaikan menggunakan hasil riset Anda, serta beri tautan ke beberapa publikasi lain yang berhubungan. Hal ini akan membangun keterikatan yang kuat antara Anda sebagai peneliti dan pembaca/peneliti lain, dan publikasi Anda menjadi media untuk berdiskusi mengenai suatu fenomena/masalah.

Pinterest 5: Buat board tersendiri untuk mencantumkan sitasi Anda

Sebagai peneliti, sitasi merupakan hal penting sebagai pengait antara ilmu baru dan ilmu yang lama, antara riset baru dan riset-riset sebelumnya. Karena itu, berikan pengakuan akan hasil kerja orang lain dengan mencantumkan pins berisi hasil karya yang Anda sitasi, atau orang-orang yang Anda ajak berdiskusi dalam menulis publikasi Anda. Anda juga bisa mengaitkan pins ke akun co-authors Anda. Perbaharui board ini sesering mungkin seiring aktivitas ilmiah Anda, sehingga semakin sering pula orang lain membuat rekomendasi dari apa yang Anda bagikan (share).

Pinterest 6: Konsistensi dan pantang menyerah

Tentu saja, Anda tidak bisa memastikan bahwa setiap pembaca akan tertarik pada publikasi Anda. Akun Pinterest Anda hanya salah satu medium promosi, sehingga konsistensi dan pantang menyerah menjadi sangat penting. Anda harus memperbaharui pinboards Anda sesering mungkin. Anda tidak harus memperbaharui semuanya setiap hari, namun usahakan setiap hari ada satu pin baru dalam salah satu pinboards Anda. Dengan cara seperti itu, pinboards Anda akan terus muncul dalam news feed Pinterest, sehingga memperbesar kemungkinan pembaca untuk mengetahui hasil karya Anda.

Pinterest 7: Jadikan diri Anda sebagai kurator ilmiah terbaik

Ketika menggunakan Pinterest, itu berarti Anda menampilkan hasil kerja Anda. Karena itu, selalu gunakan gambar atau video terbaik untuk menampilkan publikasi ilmiah. Anda bisa mengedit gambar dalam publikasi Anda agar menjadi lebih menarik, atau buat gambar baru yang menampilkan manfaat nyata dari hasil riset Anda. Gunakan juga foto-foto terbaik untuk memperkuat pandangan orang terhadap hasil karya ilmiah Anda. Dengan menampilkan publikasi terbaik menggunakan media terbaik, Anda akan menjadi kurator ilmiah terbaik, dan hasil publikasi Anda akan semakin sering dirujuk/disitasi.

(RE/Marta)

Shares

Share This

Share this post with your friends!