London, Inggris Times Higher Education (THE) putuskan untuk menggunakan data Scopus dan analisis Scival, keduanya produk Elsevier, dalam survey & evaluasi riset perguruan tinggi. Pengumpulan data institusi dan survey reputasi global oleh THE bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih kaya mengenai performa sebuah universitas.

Times Higher Education dimiliki oleh TES Global, sebuah organisasi global tempat berkumpulnya guru-guru dan dosen-dosen dari seluruh dunia. TES Global merupakan komunitas guru/dosen terbesar di dunia dengan anggota tidak kurang dari 6,4 juta pengguna terdaftar. Di tingkat perguruan tinggi, TES Global merupakan pemilik dan pembuat majalah Times Higher Education, Times Higher Education World University Ranking (WUR), Times Higher Education World Summit Series, dan Times Higher Education Awards. THE World University Rankings adalah bentuk analisis performa universitas yang sangat kredibel untuk menentukan level universitas di tingkat dunia, terutama world class university, karena meliputi semua misi utama sebuah universitas, yaitu: pendidikan, penelitian, transfer pengetahuan, dan reputasi internasional. Hasil THE WUR sangat dipercaya oleh pemerintahan, industri, para pemimpin universitas, akademisi, dan pelajar.

Kerjasama Times Higher Education dan Elsevier

Times Higher Education (THE) dan Elsevier telah mengumumkan kerjasama mereka dalam penyediaan data untuk Times Higher Education – World University Rankings, terutama ke dalam analisis performa universitas secara global yang digagas THE seperti 100 Under 50, Asia University, dan ranking universitas BRICS & Emerging Economies. Sementara data yang digunakan bersumber dari Scopus dan Scival menggantikan ISI/Thomson Reuters, metodologi dalam pemeringkatan global tersebut akan dipertahankan. Pemeringkatan tersebut akan terus menggunakan indikator-indikator performa yang selama ini telah terbukti komprehensif dan seimbang dalam mengevaluasi misi-misi utama dari universitas, termasuk lingkungan pengajaran (teaching environment) sebagai indikator unik yang hanya ada dalam Times Higher Education – WUR. Penggunaan Scopus dalam pemeringkatan tersebut adalah untuk mengumpulkan data-data publikasi ilmiah/riset dari masing-masing individu dalam sebuah universitas. Hal itu dimungkinkan karena Scopus adalah pusat data literatur ilmiah (peer-reviewed) terbesar di dunia. Di samping Scopus, Times Higher Education – WUR juga menggunakan Scival, alat analisis metrik riset milik Elsevier, untuk terus mengembangkan analisis dan metrik performansi dari THE.

Selanjutnya, seluruh koleksi data institusi yang sebelumnya didapatkan dari Thomson Reuters, akan diperluas dan ditangani oleh sebuah tim data analis tersendiri dari internal Times Higher Education. Perubahan tersebut khususnya akan berpengaruh pada THE World University Rankings, termasuk pemeringkatan pelengkap lain seperti THE 100 Under 50, THE Asia Rankings, dan THE BRICS & Emerging Economies. Perubahan tersebut akan berlaku mulai dari hasil pemeringkatan tahun 2015. Di samping itu, pihak Times Higer Education dan Elsevier juga meluncurkan survey tahunan mengenai reputasi akademik global. Survey tersebut berlaku sebagai sumber data untuk World University Rankings dan World Reputation Rankings, dengan tujuan memberikan gambaran yang lebih detail tentang universitas-universitas ternama dunia, dan itu diobservasi oleh para penilai terbaik yang memahami inti dari keunggulan aktivitas pengajaran dan riset: para ahli/ilmuwan. Dalam pernyataan resminya, Trevor Barratt, Direktur Pelaksana dari Times Higher Education, mengatakan bahwa THE sekarang memasuki fase baru yang sangat menantang dalam pengembangan lanjutan dari standar-standar terbaik di analisis THE. Kerjasama mereka dengan Elsevier akan memastikan bahwa Times Higher Education akan tetap berada pada baris terdepan pengembangan & inovasi sistem evaluasi performa universitas. (RE/Mark)

Shares

Share This

Share this post with your friends!