London, Inggris – BioMed Central kembali berhasil mengungkap manipulasi yang dilakukan para penulis ilmiah untuk mengelabuhi sistem peninjauan (peer-review) online yang diadopsi. Sekarang, mereka bahkan berhasil mengungkap sebanyak 50 artikel mencurigakan karena dugaan penelaah fiktif.

Setelah sebelumnya BioMed Central berhasil mengungkap kecurangan penulis dalam jurnal BMC Systems Biology yang melibatkan satu tim kolaborasi antara sebuah universitas dan pihak industri dari Tiongkok, sekarang ada 50 artikel yang tersangkut investigasi lain oleh pihak BioMed. Kasus yang melibatkan begitu banyak artikel seolah mengikuti apa yang telah dilakukan SAGE Publications, penerbit besar lainnya, yang menarik 60 artikel ilmiah dari jurnal yang dikelolanya. Kasus besar SAGE tersebut bahkan akhirnya menyeret nama seorang menteri di Kabinet Taiwan. Menteri tersebut akhirnya mengundurkan diri secara ksatria untuk menghindari gangguan kinerja pada Kementrian Pendidikan yang saat itu dipimpinnya.

BioMed Ungkap 50 Artikel Mencurigakan

Kasus baru yang diungkap oleh BioMed Central ini agak unik dibanding pengungkapan kasus-kasus kecurangan yang lain. Di kasus ini, BioMed Central tidak menarik 50 artikel dari edisi jurnal yang telah diterbitkan, namun mereka berhasil mencegah hampir semua dari 50 artikel tersebut agar tidak jadi diterbitkan. Kasus yang membelit 50 artikel tersebut diendus oleh BioMed Central ketika masih berada di proses peninjauan/penelaahan (peer-review) dalam sistem editorial mereka. Sebagian besar dari naskah-naskah tersebut tidak jadi diterbitkan karena sudah terlanjur terungkap oleh seorang editor naskah ilmiah dalam fase pengecekan pra-publikasi terakhir. Namun demikian, ada lima yang lolos dan sempat masuk dalam edisi publikasi. Kelima artikel tersebut akhirnya didorong untuk melalui sejenis proses telaah ulang, yang mungkin sekali menghasilkan penarikan artikel (retraction).

Penyebab dari kejadian tersebut masih mirip dengan kasus-kasus yang berkembang belakangan ini. Yang berhasil mengelabuhi editor jurnal terkait adalah kesalahan kecil yang disengaja pada penulisan nama-nama penelaah yang diajukan oleh penulis artikel. Di samping itu, ada beberapa alamat email meragukan yang sering diubah di tengah-tengah proses penelaahan. Perubahan alamat email tersebut sangat mungkin dilakukan untuk menghapus jejak muslihat sang pemalsu. “Penelaah-penelaah” palsu tersebut terindikasi dalam laporan-laporan yang dibuat oleh bermacam jurnal dari berbagai displin ilmu. Pola-pola lain juga mengindikasikan ada pihak ketiga yang terlibat dalam skema manipulasi tersebut. Pihak BioMed akhirnya memberikan pemberitahuan resmi pada semua editor jurnal yang bukan berasal dari internal BioMed Central. Dalam pesannya, BioMed menyatakan bahwa para penulis tidak bisa lagi mengusulkan nama-nama penelaah untuk manuskrip mereka sebagai cara untuk menghindari terulangnya kejadian serupa.

Dalam pernyataan resmi dari BioMed Central yang dikirimkan pada beberapa editor jurnal di bawah pengelolaan BioMed, Diana Marshall sebagai Redaktur Pelaksana Senior memberikan detail bagaimana beberapa jurnal terindikasi telah tertipu sehingga melibatkan penelaah fiktif dalam proses peer-review. Ketika melakukan pengecekan editorial akhir pada sebuah manuskrip, seorang editor internal BioMed menemukan keanehan dalam hasil telaah yang dikirimkan oleh penelaah usulan penulis. Investigasi lanjutan mengungkap bahwa penelaah-penelaah aneh tersebut ternyata fiktif. Melalui pencarian menyeluruh pada sistem editorial, terungkap ada beberapa kasus mencurigakan dengan sebab serupa yaitu penelaah-penelaah fiktif, termasuk beberapa jurnal dalam seri publikasi BMC. Secara total, terdapat 50 artikel yang terindikasi terlibat dalam kecurangan tersebut, dan sebagian besar berhasil dicegah untuk terbit dan saat ini ditahan dalam sistem editorial masing-masing jurnal.

Namun anehnya, dalam kasus-kasus tersebut tidak terlihat hubungan antara penulis-penulis yang terlibat, karena banyak perbedaan penulis dalam kasus yang berbeda. Kemungkinan besar ada pihak ketiga yang terlibat, yang mensuplai nama-nama penelaah-penelaah fiktif pada penulis-penulis dengan tujuan mempengaruhi hasil peer-review. Sehingga, ketika investigasi terus dilanjutkan akhirnya diputuskan bahwa fungsi pengusulan yang tadinya dimiliki penulis untuk sementara dimatikan dari alur editorial. Sekarang, perubahan kebijakan tersebut sudah diterapkan pada sistem editorial di seluruh jurnal di bawah payung BioMed Central. Pihak BioMed juga menyadari bahwa kasus-kasus tersebut dan perubahan kebijakan yang menyertainya sangat mungkin menimbulkan banyak kekhawatiran, namun melihat dari skala kasus dan kecanggihan operasinya para editor eksternal diminta untuk memakluminya. (RE/Mark)

Shares

Share This

Share this post with your friends!